Events Calendar

Research Presentations
Our Jakarta office will host seminars, symposia, conferences, and research presentations for visiting U.S. researchers and Indonesian academics alike on the topic of “Contemporary Indonesian Studies,” broadly defined.

Month Week Day
October 2014
Mon Tues Wed Thur Fri Sat Sun
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

 

Five Previous Events:

  • Menapak Jejak Kerukunan di Indonesia: Model Penyelesaian Konflik di Jazirah Asia,Dalam rangka Peringatan “Hari Kemanusiaan Sedunia” 19 Agustus 2014 - August 28, 2014,

    Latar Belakang

    Skala dan kedalaman konflik dan bencana alam di seluruh dunia meningkat seiring dengan semakin meluasnya tantangan global seperti urbanisasi, pertumbuhan penduduk di beberapa negara, kerusakan lingkungan, konflik, perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya . Pertikaian antar manusia masih menjadi permasalahan besar di berbagai belahan dunia. Konflik yang melanda, baik sesama maupun antar bangsa, seringkali melibatkan unsur agama dan kesukuan sebagai pemicu maupun pemuncak seperti konflik Israel-Palestina, Rohingya di Myanmar, pemindahpaksaan agama di Mosul-Irak, pengusiran etnis akibat sengketa perbatasan di Vietnam.

    Penelaahan lebih dalam mengindikasikan bahwa konflik-konflik yang terjadi dapat mengakar pada persoalan ekonomi, sosial, politik, agama dan kesukuan yang juga menjadi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Sejak dimerdekakannya bangsa ini pada tahun 1945 dari penjajahan, kesukuan dan agama menjadi penantang pertama bagi soliditas bangsa kita. Berbagai perjuangan bangsa Indonesia lepas dari ujian perpecahan menunjukkan kerja keras para pemuka agama, negarawan, aparat negara, seluruh komponen bangsa, serta dengan elan pemuda untuk mengejawantahkan sila-sila Pancasila dalam karya nyata dalam membangun bangsa dengan keberagaman budaya dan agama. Saat RIS kembali menjadi RI di tahun 1950, kesenjangan ekonomi dan sosial menjadi tantangan yang hampir memecah belah kesatuan bangsa ketika beberapa daerah memutuskan berontak, perpecahan politik di tahun 1965. Konflik yang dibawa ke isu antar umat beragama di Maluku tahun 1999, kerusuhan setelah pemilihan kepala daerah di tahun 2005, konflik di beberapa wilayah di Indonesia seperti Aceh, Poso, Lampung, dan sejumlah konflik lainnya menunjukkan bahwa diversivitas atau keberagaman sebenarnya adalah kekayaan Indonesia, akan tetapi pada saat bersamaan dapat menjadi kerentanan.

    Bangsa Indonesia sedari dulu mengenal adanya budaya kerukunan melalui gotong royong. Budaya dan ajaran agama inilah yang direfleksikan oleh para pekerja kemanusiaan yang terbukti mampu menjaga posisi ekuilibrium di tengah tantangan perbedaan yang beragam, contohnya adalah ketika keluarga Humanitarian Forum Indonesia (forum lintas agama) mengadakan dialog lintas agama ketika terjadi isyu kristenisasi pada saat distribusi bantuan gempa di Padang tahun 2009, atau ketika gempa Merapi tahun 2010 pengungsi Muhammadiyah dikoordinir oleh Yakkum Emergency Unit (lembaga Kristen) untuk mengungsi di gereja Katholik, dan ketika HFI turun dalam penanganan konflik Lampung-Bali Nuraga dan di Myanmar. Bukti nyata seperti ini perlu disuarakan secara terus menerus, sehingga menjadi tapak yang dapat dilihat dan dipelajari sebagai model budaya kerukunan oleh bangsa-bangsa baik di jazirah Asia maupun belahan bumi lainnya.

    Dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day yang diperingati setiap tanggal 19 Agustus, Kwartir Nasional Praja Muda Karana (Kwarnas Pramuka), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), United Nations Office for Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA), American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), dan Asia Pacific Regional Messenger of Peace (APR MOP) bersama-sama menggelar sebuah Dialog Publik yang bertema “Menapak Jejak Kerukunan di Asia: Model Penyelesaian Konflik di Jazirah Asia”, dengan menghadirkan pembicara yang berasal dari para pemuka agama, organisasi kemanusiaan dan media. Harapannya adalah dialog ini membuka cakrawala baru bahwa agama atau iman dan budaya kerukunan bukanlah menjadi penghalang atau sesuatu yang normatif, tetapi menjadi salah satu model penanganan konflik yang efektif.

    Tujuan

    1. Menggali tradisi budaya kerukunan dan pemikiran inklusif dari para pemuka agama dan negarawan Indonesia
    2. Menelaah pergaulan dunia untuk perdamaian antar bangsa
    3. Menawarkan model penanganan konflik di Indonesia pada pergaulan bangsa di Asia dan benua lainnya

    Bentuk Kegiatan

    Kegiatan ini berupa sebuah dialog yang dibagi dalam dua sesi yaitu:

    -       Sesi pertama adalah sesi dengan pembicara dari para pemuka agama dan menggunakan Bahasa Indonesia

    -       Sesi kedua adalah sesi dengan pembicara dari organisasi kemanusiana dan media, dan menggunakan Bahasa Inggris

    Kegiatan ini dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Panitia hanya menyediakan snack dan makan siang.

    1. Sistematika Dialog
    2. Sesi Bahasa :

    Menghadang Potensi Konflik Bangsa; Welas Asih / Cinta Kasih sebagai  Pendekatan Perdamaian dalam Kebhinekaan Indonesia

    Keynote Speaker:

    DR. Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Pramuka: “Pesan Perdamaian (Messanger of Peace) dari Gerakan Pramuka “

    Narasumber:

    1.Parisadha Hindu Dharma Indonesia : Bpk. Ida Pedande Tianyar Sebali: dharma untuk kemanusiaan

    2.WALUBIBpk. Wira  : tali kasih lintas kepercayaan

    3.Majelis Ulama Indonesia : Prof. DR. Din Syamsudin:  Agama payung peradaban manusia

    4.Konferensi Wali Gereja Indonesia / Budayawan : Romo Mudji Sutrisno : Damai dalam keberagaman

    5.Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI): Pdt. Albert Patty: kasih dalam hubungan dengan sesama manusia

    Moderator: Victor Rembeth (HFI)

     

    English Session:

    Design Peacefull Relationship among Asian Countries trough Humanitarian Mission

    Keynote Speaker:

    DR. Anies Baswedan : Generating Peace Tradition with Inclusive & Humane Education

    Resource persons:

    1.Asian Moslem Action Network:

    Brother Sobur:Understanding of Asian humanitarian network

    2.APR MOP (Asia Pacific Regional Messenger of Peace) Coordinator 

    Mr. S. Prassanna Srivastava : Messenger of peace in Asia Pacific

    3.The Jakarta Post:  

    Bpk. Endi Bayuni : Equal journalism in conflict nation

    4.Humanitarian Forum Indonesia / Muhammadiyah Disaster Management Centre

    Mrs. Rahmawati Husein : Psych rehabilitation trough caring our stray companion

    Moderator: Arie Rukmantara (Kwartir Nasional Pramuka)

     

    Tanggal, Waktu dan Tempat

    Hari dan Tanggal      : Kamis, 28 Agustus 2014

    Tempat                       , Kementerian Pendidikan dan

    Kebudayaan Ruang Graha Utama lt. 3 Gedung Ki Hajar Dewantara

    Jl. Jend. Sudirman,   Senayan,  Jakarta Selatan

    Jam                              : 08.30 – 16:00

    Peserta

    Kegiatan ini diharapkan dihadiri oleh 150 orang yang berasal dari semua kalangan (publik)

    Kontak Informasi dan Konfirmasi Pendaftaran

    -       Rangga Wisnu (Andalan Nasional Kwarnas Pramuka) Email: ranggajabar@gmail.com / HP: 08561699318

    -       Dear Sinandang (Humanitarian Forum Indonesia) Email: dear@humanitarianforumindonesia.org / HP: 08174926247

    Untuk konfirmasi pendaftaran, dapat menghubungi salah satu dari kontak informasi diatas paling lambat 27 Agustus 2014.

     

    Map to Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ruang Graha Utama lt.
  • Karya Inovatif Seniman Tari Bali dalam Tari Legong : “Suatu Cara dalam Mencari Keseimbangan antara Aturan Klasik dan Inovasi Baru”, Anna Reynolds,University of Hawai’i at Manoa - August 29, 2014,

    Abstrak: Tari legong di Bali adalah tari klasik Bali yang sangat terkenal di dunia. Sejak tahun 1980-an, seniman tari sudah mulai menggarap jenis tarian baru, atau kreasi baru, dalam golongan tarian legong tersebut. Di dalam tarian legong klasik terdapat beberapa unsur-unsur yang mendefinisikan sebuah tarian dapat digolongkansebagai tari legong. Unsur-unsur ini menjadi sebuah bingkai untuk seniman tari dalam menggarap suatu tari legong yang masih

    bertahan dengan aturan tari klasik, sambil mengisi unsur-unsur baru yang inovatif dan unik.
    Dalam presentasi ini, Anna akan menjelaskan aturan-aturan legong klasik yang dipertahankan oleh seniman tari di Bali, dan menjelaskan bagaimana cara seniman tari Bali untuk mempertahankan aturan klasik sambil mengerjakan sebuah karya dengan inovasi yang baru?.
    Anna akan memberi beberapa contoh tari legong yang digarap pada tahun-tahun terakhir (2012-2014) dan untuk mendiskusikan cara mengerjakan sebuah tarian oleh beberapa penata tari yang berbeda. Presentasi ini adalah hasil dari penelitian Anna Reynolds yang dilaksanakan di Bali dari bulan September 2013 sampai sekarang.
    Bio: Anna Reynolds adalah PhD Candidate pada program studi Theatre Asia di Universitas Hawai’i—Manoa, Amerika Serikat. Anna sedang laksanakan penelitian di Bali sampai bulan Nopember 2014 untuk disertasi S3 di program studinya. Anna akan segera menjadi lecturer dalam studi “Theatre Asia Tenggara” pada program studi Theatre di Universitas Hawai’i—Manoa mulai pada bulan Januari 2015. Selain itu, Anna sudah menjadi asisten guru untuk membantu mengajar di Gamelan Segara Madu, Gamelan Bali di Universitas Hawai’i yang dibina oleh I Made Widana, seniman Bali, di Hawai’, mereka berdua juga sering melaksanakan program pendidikan yang terbuka untuk mahasiswa-mahasiswi, masyarakat, atau anak-anak di Hawai’i tentang kebudayaan dan kesenian Bali.

    Map to Aula Gedung BKS, Gedung BKS, Lantai 2
  • Workshop Roadmap Penelitian : "Penguatan Tradisi Akademik Melalui Penyusunan Roadmap Penelitian - August 29, 2014,

    Keunggulan perguruan tinggi dapat dilihat dari produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. untuk itu diperlukan roadmap penelitian bagi para insan akademis

    Pembicara :

    Hilam Latief PhD. (Alumni Western Michigan University, Kepala LP3M-UMY)

    Map to Ruang Pertemuan Lantai 2, FISHUM
  • “Sociopreneurship: Unlocking Indonesia’s Great Potentials”: - September 15, 2014,

    Paramadina University, Turun Tangan and The American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) cordially invite you to attend a dialog on “Sociopreneurship: Unlocking Indonesia’s Great Potentials”:

    Time: Monday, September 15th 2014, 08:30 - 10:30
    Venue: Paramadina University, Jl. Gatot Subroto kav. 97, Mampang, Jakarta
    Speaker: Prof. Muhammad Yunus – Nobel Prize Winner for 2006
    Host: Anies Baswedan, Ph.D

    For Confirmation, please SMS “yourname_sociopreneurship” to: 0815-9181188 or e-mail: arief.tito@paramadina.ac.id

    Map to Paramadina University
  • “Local and Regional Food Security Challenges and Issues” - September 16, 2014,

    As a country with the largest population in Southeast Asia, Indonesia has a high chance on issues related to food security. Indonesia’s enormous natural resources would be useless if not managed properly, especially the resources generated from agriculture, plantation and fisheries. Commodities of those sectors are major resources for the achievement of food security for its citizens, and also contribute to food security regionally.

    The issue on climate change also gives impacts on the decrease in the production of some commodities in the sector. This will certainly be a stumbling block and disrupt both the government and global programs regarding efforts to achieve global food security. In the local context, the use of agricultural and food processing technologies that are environmentally friendly can be one option to address concerns and issues regarding food security. Management and proper handling of the production result of these sectors are indispensable in order to bring sustainability without damaging the surrounding environment. To achieve this, of course, qualified human resources in the field of food technology are required.

    Facilitators/Resource Person
    1. Ir. Bambang Sugiharto, M.Sc (Badan Ketahanan Pangan, Kementrian Pertanian & former NFM Special Program of Food Security - FAO)
    2. Dr. Ronnie Green (Harlan Vice-Chancellor Institute of Agriculture and Natural Resources, Nebraska University, Lincoln, USA)
    3. Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc (Director of SEAFAST – IPB)

    Venue
    Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI)
    Mulia Business Park Building B
    Jl. MT Haryono Kav. 58-60
    Pancoran, Jakarta Selatan 12780

     

    Map to Auditorium USBI-Mulia Business Park

Five Upcoming Events:

No events coming up!
Bookmark and Share