Events Calendar

Research Presentations
Our Jakarta office will host seminars, symposia, conferences, and research presentations for visiting U.S. researchers and Indonesian academics alike on the topic of “Contemporary Indonesian Studies,” broadly defined.

 

Five Previous Events:

  • Dari NTT, Banyuwangi sampai ke Amerika: Tentang Kebahagiaan Orang Atoni Pah Meto, Orang Oseng dan Orang Amerika - October 14, 2014,

    Saat ini entitas komunitas-etnik telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan migrasi yang mereka lakukan. Persebaran inilah yang berpengaruh pada konsep kebahagiaan pada masing-masing komunitas-etnik karena adanya asimilasi dan akulturasi budaya yang diperoleh di perantauan bagi pendatang dan dibawa pulang ke kampung halaman. Perubahan pada konsep sejahtera, sukses hingga kebahagiaan ini sangat menarik untuk dikaji. Selain itu, adanya dan mulai dibumikannya Gross National Happiness (GNH), yang diinspirasi oleh Bhutan, di Indonesia sebagai counter terhadap Gross National Product (GNP) yang dianggap terlalu berfokus pada perspektif economic minded. Kebahagiaan yang diindekskan memposisikan Indonesia sebagai Negara rangking ke 14 dengan indeks kebahagiaannya setelah 13 negara lainnya.
    Kebahagiaan dalam perspektif suku-bangsa atau komunitas-etnik ini diangkat sebagai upaya secara akademik untuk merespon realitas sosial yang terjadi di Indonesia. Pertanyaan menarik untuk dikaji terkait dengan kebahagiaan dalam perspektif komunitas-etnik di Indonesia, diantaranya, yaitu: pertama, bagaimana konsep bahagia menurut komunitas-etnik di Indonesia? Kedua, apa ukuran kebahagiaan tersebut dan bagaimana korelasinya dengan kesejahteraan ekonomi? Ketiga, nilai apa sajakah yang mengkonstruksi kebahagiaan tersebut dan dimana posisi nilai keagamaan dalam hal tersebut? Keempat, bagaimana kontribusi epistemologi kebahagiaan ini terhadap terciptanya perdamaian di masing-masing komunitas-etnik khususnya dan Indonesia pada umumnya?

    Nara Sumber :

    1. Asma Luthfie, M.Hum (Universitas Negeri Semarang) “Orang Atoni Pah Meto di Mollo Utara, Nusa Tenggara Timur”
    2. Dadang Aji Permana (Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi) “Orang Oseng di Aliyan dan Alas Malang, Banyuwangi, Jawa Timur”
    3. Rr. Siti Kurnia Widyastuti, M.A. (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) “Pro-Kontra antara Tradisi dan Agama dalam Perayaan Halloween”

    Waktu dan Tempat :

    Diskusi ini akan dilaksanakan pada:
    Hari : Selasa, 14 Oktober 2014
    Waktu : 10.30 – 13.30 WIB
    Pla Tempat : Smart Room Lt. 2
    Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Map to Smart Room Lt. 2
  • Diskusi Serial Tokoh Pluralis Indonesia #2 “Pendidikan Indonesia: Pluralis atau Multikulturalis? Belajar dari Romo Mangunwijaya” - October 17, 2014,

    Dengan memperhatikan latar belakang masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, tingkat pendidikan maupun ekonomi, muncul sebuah pertanyaan, model pendidikan seperti apakah yang cocok untuk masyarakat Indonesia: Yang pluralis, multikulturalis, atau kedua-duanya? Untuk menanggapi pertanyaan tersebut, diskusi ini akan bersama-sama mengkaji model pendidikan Indonesia menurut Romo Mangunwijaya, seorang tokoh pendidikan sekaligus arsitek dan budayawan dari Indonesia. Kajian atas model pendidikan Romo Mangun ini akan dipetakan dalam kerangka langkah-langkah pengembangan kurikulum yang meliputi analisis kebutuhan, penentuan tujuan Pembelajaran, pemilihan materi Pembelajaran, pengorganisasian materi Pembelajaran, implementasi Pembelajaran, dan evaluasi Pembelajaran.

    Narasumber :

    Eny Winarti, Ph.D. adalah alumnus Ohio University. Kini menjadi dosen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

    Waktu dan Tempat :

    Diskusi Serial Tokoh Pluralis Indonesia #2 ini akan dilaksanakan pada:
    Hari : Jumat, 17 Oktober 2014
    Waktu : 13.30 – 15.30 WIB
    Pla Tempat : Tekno Klas, Lantai 1, Fakultas Syariah dan Hukum,
    UIN Sunan Kalijaga

    Map to Tekno Klas, Lantai 1
  • “Youth and Post 2015: Developing Indonesia’s Best Path for Sustainable Acceleration” - October 18, 2014,

    Tentang NFEC
    NFEC adalah salah satu konferensi yang diselenggarakan oleh Youth Educators Sharing Networks (Youth ESN) sebagai sebuah wadah untuk pemuda yang peduli dan memiliki hati dalam pembangunan Indonesia melalui bidang pendidikan. Ini adalah tempat pemuda untuk berkumpul, berbagi, saling menginspirasi, bersinergi satu sama lain serta membentuk jaringan untuk perubahan positif, bangsa yang lebih baik.
    NFEC 2014 merupakan konferensi tahun ketiga, setelah sukses dengan NFEC 2012 “Reshaping the Nation’s Future through Education” dan NFEC 2013 dengan tema “Education to Employment: What Would (Youth) Educators Do?”. Konferensi tersebut mendapat hasil yang luar biasa dengan mengundang 100-150 pemuda di seluruh Indonesia yang peduli pada pendidikan Indonesia, sekaligus menjadi pionir lahirnya Youth ESN.
    NFEC 2014 akan diadakan dengan fokus pada topik Post 2015 selama dua hari semalam, berlokasi di Jakarta. Topik ini dipilih karena dilatar belakangi oleh Milenium Development Goals (MDGs) yg telah disepakati 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan segera habis masanya pada tahun 2015. Padahal masih ada beberapa target yang belum tercapai oleh bangsa Indonesia. Menyongsong target-target baru yang dikenal dengan Post-2015 di tahun mendatang, sudah selayaknya pemuda bekerjasama dengan Pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan bangsa ini, khususnya dibidang Pendidikan. Melalui pendidikan yang adil dan berkualitas, bangsa Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalannya serta menyongsong target-target baru dalam Post-2015.
    Tentang Youth Educators Sharing Networks
    Youth Educators Sharing Networks (Youth ESN) berdiri pada tahun 2012. Youth ESN adalah jaringan pemuda yang ingin membuat sebuah perubahan untuk keadaan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Youth ESN mengajak pemuda untuk tidak hanya mengandalkan guru maupun pemerintah, namun juga ikut berkontribusi secara aktif dan memegang peranan dalam proses perkembangan pendidikan Indonesia. Youth ESN bersama-sama dengan patner Youth ESN menciptakan beberapa program di beberapa daerah untuk meningkatkan pendidikan disana; menginspirasi jaringan yang lebih luas untuk ikut serta menjadi bagian dari pendidik dengan berbagai latar belakang yang berbeda.
    Youth ESN percaya siapapun orangnya, khususnya pemuda bisa menjadi pendidik, karena pendidik bukan hanya guru, namun juga mereka yang memiliki kesadaran dan semangat tinggi untuk berbagi.
    Detail Acara
    Sesi ini akan dilaksanakan dengan detail sebagai berikut.
    Hari/tanggal : Sabtu, 18 Oktober 2014
    Waktu : 10.00 – 12.00 WIB
    Tempat : Auditorium Univ. Siswa Bangsa Internasional
    Mulia Business Park Building B1
    Jl. Letjen MT Haryono Kav. 58-60
    Jakarta Selatan 12780
    Peserta : 150 pemuda
    Materi
    Materi yang diharapkan bisa disampaikan pada Youth and Post 2015: Developing Indonesia’s Best Path for Suistainable Acceleration adalah seputar Post-2015 yang telah disepakati Pemerintah Indonesia dengan PBB. Materi tersebut meilputi latar belakang terbentuknya kesepakatan, tujuan kesepakatan, aspek-aspek yang disepakati, serta pentingnya kesepakatan tersebut untuk bangsa Indonesia.

    Pembicara
    1. Amich Alhumami, Ph.D (Perencana Bidang Pendidikan Direktorat Pendidikan, Bappenas)
    2. Bestha Inatsan Ashila (Koordinator Divisi Pendidikan Aliansi Remaja Independen)

    Objektif
    NFEC 2014 sangat berharap jika seminar ini bisa memberi beberapa dampak seperti berikut:
    1. Memahami latar belakang, tujuan, serta target-target yang ada dalam Post-2015 khususnya dengan bangsa Indonesia.
    2. Meningkatkan semangat kontribusi peserta dalam Post-2015 untuk akselerasi pembangunan terbaik bangsa Indonesia.
    3. Menginspirasi pemuda untuk berbagi ilmu dan menginspirasi pemuda lain dalam mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia.
    4. Meningkatkan kesadaran bahwa setiap orang dapat ikut ambil bagian dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan.

     

    Map to Auditorium USBI-Mulia Business Park
  • Diskusi Politik Shirothol Mustaqim “Mendorong Re-Konsolidasi Demokrasi Indonesia Berbasis Fiqh Siyasah” - October 18, 2014,

    Dialektika relasi Islam dan politik di Indonesia seringkali menunjukkan dinamika yang kontraproduktif. Salah satu contohnya adalah menggunakan Islam sebagai alat menghantam lawan politik sekaligus menjadikannya sebagai basis mobilisasi massa. Fenomena yang lebih serius adalah munculnya kembali diskursus Negara Islam yang formalistic dan terorisme yang menjadikan agama sebagai basis legitimasi aksi. Kemunculan keduanya bukan hanya di tataran pemikiran, namun juga diikuti oleh pengorganisasian tingkat basis dan pelembagaan organisasinya. Organisasi pengusung ideology Negara-Islam ini kini semakin banyak dengan program yang sistematik, baik dalam bentuk laten maupun manifest. Jika hal ini berlarut, maka diskursus Islam dan Politik akan kembali ke tema klasik: Relasi Islam dan Negara, yang dalam kajian telah menghasilkan tiga pandangan utama. Ketiga pandangan utama tersebut saat ini tentu akan kesulitan menjawab problem-problem politik kontemporer, yang telah jauh melampaui problem relasi Islam-Negara.
    Sementara itu, pada saat bersamaan, dinamika politik Indonesia menujukkan semacam “kemajuan relative”. Di kalangan dunia Islam, Indonesia dianggap memberikan sebuah model demokrasi di negara dengan mayoritas muslim, yang menjanjikan untuk direplikasi di dunia Islam lainnya. Kemampuan Indonesia melakukan rotasi kekuasaan tanpa pertumpahan darah dan menerjemahkan nilai-nilai Islam dalam konstitusi Pancasila dianggap sebuah pencapaian berharga. Begitu juga bagi para Indonesianis, Indonesia dianggap berhasil menjalani transisi demokrasi. Secara teoretik, Indonesia memenuhi kriteria sebagai Negara demokrastis, setidaknya demokrasi liberal-prosedural.
    Namun demikian, bagi banyak kalangan, Indonesia mengalami kegagalan konsolidasi demokrasi. Yang terjadi sejak jatuhnya Orba sebatas liberalisasi politik. Setidaknya tiga ranah argumen disodorkan untuk menunjukkan kegagalan konsolidasi demokrasi ini, bahkan justru masuk dalam perangkap demokrasi neoliberal. Pertama, hilangnya lokus kebangsaan, yang ditandai oleh ideologi etno-nasionalisme dan otonomi daerah yang meretakkan prinsip NKRI; diskriminasi sosial dan kewilayahan (perbandingan Jakarta dan Papua, 1: 22); hilangnya orientasi ideologis, lunturnya idealisme-volunterisme dalam politik; menguatnya orientasi rent-seeking-behavior yang menggeser policy-seeking; sumber daya alam dan ekonomi yang telah dikuasai oleh pihak asing, serta; ketergantungan ekonomi dan politik bangsa pada kekuatan global. Kedua, hilangnya lokus kerakyatan, yang ditandai oleh terceraianya antara rakyat dan negara; tergantikannya politik kerakyatan menjadi demokrasi liberal; serta transformasi radikal kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan modal. Ketiga, hilangnya lokus kekeluargaan, yang ditandai oleh dominasi paradigma demokrasi wanipiro; semakin terasingnya pemimpin dari rakyat, dan kian terpinggirkannya rakyat dalam proses kebijakan, praksis, serta evaluasi politik ekonomi.

    Ada beberapa tujuan dalam pelaksanaan diskusi tersebut.
    A. Melakukan refleksi kritis terhadap perkembangan pemikiran dan praksis politik nasional kontemporer
    B. Melakukan kajian komparatif dua tradisi epistemology politik Indonesia: pemikiran filsafat politik Barat dan pemikiran filsafat politik Islam
    C. Merumuskan kontribusi teoretik-konseptual untuk mendorong perbaikan dalam pembangunan politik nasional (fiqh siyasah) menuju politik yang beradab, demokratis, adil, seimbang antara aspirasi masyarakat-negara-masyarakat ekonomi.
    Diskusi berseri ini diharapkan menghasilkan Makalah atau Prosiding yang nantinya akan dijadikan materi utama Jurnal Mlangi Edisi ke-5.
    Kegiatan diskusi ini akan dilaksanakan pada:
    Hari, tanggal : Sabtu, 18 Oktober 2014
    Waktu : 20.00 – 22.30 WIB
    Tempat : Sekretariat Jurnal MLANGI
    PP Aswaja Nusantara, Mlangi Nogotirto GMP Sleman Yogyakarta
    Phone: 0274-625843 / 0815 6866 002

    Pembicara kegiatan diskusi ini adalah:
    1. Agus Wahyudi, Ph.d. Cand (Northern Arizona University)
    2. Imam Wahyuddin, Lc, M.A. (Staf Pengajar PP Aswaja Nusantara)
    3. Dr. Mada Sukmajati (Dosen Fisipol UGM)

    Moderator: M. Mustafied (Editor in Chief Jurnal MLANGI)

    Faishol Adib, M.A
    Email: faisholadib@gmail.com Mobile: 0815 799 2089
    AIFIS Yogyakarta Office
    Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT), Gedung PAU UGM Sayap Timur Lantai 1
    Jl. Teknika Utara, Barek, Yogyakarta 55281

    Map to Sekretariat Jurnal MLANGI
  • Roundtable Discussion Asean Solidarit Economic Council - Social Solidarity Economy - October 22, 2014,

    Mengundang Bapak/ Ibu anggota ASEC-SSE, untuk hadir dalam roundtable discussion ASEC Indonesia yang akan diselenggarakan pada;

    Hari, tanggal : Rabu, 22 Oktober 2014
    Waktu : Pukul 13.30 - selesai
    Tempat : Kantor AIFIS (American Institute for Indonesian Studies),
    Mulia Business Park, Gedung A Lt.2 (Gedung A)
    Jl. MT Haryono Kav. 58 – 60 Pancoran, Jakarta Selatan.
    Agenda :
    (1) “Penyiapan Pelaksanaan Undang-Undang Desa (UU. No. 6/ 2014)” oleh Bito Wikantosa (Kasubdit Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan, Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Ditjen PMD).
    (2) “Kemitraan Sektor Swasta dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam” oleh Suwito (Staf KEMITRAAN).
    (3) Lain-lain.

    Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak/ Ibu kami ucapkan banyak terima kasih. Selanjutnya ditunggu konfirmasi kehadirannya.

    Wassalam,
    ASEC – SSE Indonesia,

    Bambang Ismawan A. Irawati Hermantyo
    Ketua Presidium Sekretaris Jenderal

    Map to AIFIS Indonesian Office

Five Upcoming Events:

No events coming up!
Bookmark and Share