Events Calendar

Research Presentations
Our Jakarta office will host seminars, symposia, conferences, and research presentations for visiting U.S. researchers and Indonesian academics alike on the topic of “Contemporary Indonesian Studies,” broadly defined.

Month Week Day
October 2014
Mon Tues Wed Thur Fri Sat Sun
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

 

Five Previous Events:

  • Diskusi Panel “Peranan Perempuan dalam Pembangunan Masyarakat” - August 18, 2014,

    Latar Belakang
    Selama ini terdapat anggapan bahwa kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah, yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala hal. Pemerintah seharusnya lebih menerapkan prinsip-prinsip yang dianut Konvensi Wanita yaitu prinsip persamaan substantif, non diskriminasi dan prinsip kewajiban negara dengan mengharmonisasikan ke dalam hukum nasional sesuai dengan azas kesetaraan dan keadilan gender. Sehingga untuk mengatasinya diperlukan upaya dan strategi mengintegrasikan isu kesetaraan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan dan menghilangkan faktor kendala yang dihadapi perempuan dalam pembangunan.
    Kesetaraan dan keadilan gender sangat kurang disosialisasikan sehingga pemanfaatan bagi pemberdayaan perempuan belum dapat dilaksanakan secara optimal dalam pembangunan berkesinambungan. Perubahan sosial menuju kemitrasejajaran gender diawali dengan proses industrialisasi dan kemajuan teknologi informasi dengan fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja di luar rumah.
    Melalui pengarahan pemerintah diharapkan perempuan akan lebih banyak berpartisipasi dalam pembangunan dengan tujuan utama memberdayakan perempuan tidak saja untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang agar dapat berperan serta aktif dan mengefektifkan dalam pembangunan yang berkelanjutan. Akses dan kesempatan kaum perempuan seringkali mengalami hambatan, juga partisipasi dan kontrol, ketiga hal ini harus setara dan adil untuk diperjuangkan. Karena kaum perempuan memiliki beberapa peran diantaranya reproduktif, produktif, dan sosial jika semua itu terpenuhi maka peran kaum perempuan dalam pembangunan di Indonesia di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan kehidupan keluarga dan masyarakat.
    Women In Development Approach (WID) yang diperkenalkan oleh United States Agency for International Development (USAID) berpendapat bahwa perempuan merupakan sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan sumbangan ekonomi dalam pembangunan. Ini berarti bahwa perempuan dan pembangunan telah menjadi sorotan dunia internasional.
    Konsep pembangunan kemampuan peranan perempuan yang dipergunakan berkembang menjadi pemberdayaan perempuan yang berarti meningkatkan kualitas dan peran perempuan pada semua aspek kehidupan baik secara langsung atau tidak langsung melalui penciptaan situasi-situasi yang kondusif sebagai motivator dan akselerasi proses pembangunan. Pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran dan pembentukan kapasitas (capacity building) terhadap partisipasi yang lebih besar, kekuasaan dan pengawasan dalam pembuatan keputusan dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki-laki.
    Pembicara:
    1. Nihayatul Wafiroh M.A. (Anggota DPR RI 2014-2019, PKB)
    2. Rebakah Daro Minarchek (Ph.D. Candidate, Cornell University)
    3. Dr. Nani Nurrachman (Fakultas Psikologi, Unika Atma Jaya)
    Moderator (dalam konfirmasi): Dr. Eunike Sri Tyas Suci (Fakultas Psikologi, Unika Atma Jaya)
    Tempat: Aula BKS, Gedung BKS Lt. 1
    Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
    Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta
    Waktu: Senin, 18 Agustus 2014, pukul 09.00–11.00 WIB

    Informasi dan Registrasi:
    Rosa/Clara
    Email: pkbb@atmajaya.ac.id Telepon: 021.571-9560 SMS/WA: 0812.8650.7993
    Pusat Kajian Bahasa dan Budaya
    Unika Atma Jaya, Kampus Semanggi, Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta

    Map to Aula BKS, Gedung BKS Lt. 1 , Universitas Katolik Indonesia A
  • Public Lecture, Workshop and Solo Exhibition Visual Language: “How The Creative Ideas Happen” - August 21, 2014,

    Background
    Faculty of Art, Design, and Media (FADM) Universitas Siswa Bangsa Internasional and AIFIS (American Institute for Indonesian Studies) are going to organize public lecture, workshop, and solo exhibition entitled “How the Idea of Contemporary Art Happens”
    The creative process takes place all the time in daily activities at home, streets, public space, etc. What we feel now is a rapidly growing media technology that shapes our perceptions of reality. The dominance of media will in turn impact the way we respond to these realities. Reality then is not only the interaction of subjective experiences but becomes virtual perception.

    Objectives
    The objectives of the event are:
    1. Identify the premise of visual language and creative process in art and design.
    2. Introduce the students toward contemporary art concept.
    3. Encourage the students utilise existing daily materials creatively and transform as valueable artworks.
    4. Encourage the students create creative artworks from existing daily materials and bring out as well the original artworks.

    Date and Venue
    The events will be held on:
    Exhibition Date : 18th- 21st August 2014
    Venue : Student Lounge
    MAD Talk Date : 21st August 2014
    Time : 2pm to 3pm
    Venue : Creativity Center at Universitas Siswa Bangsa International
    Jl. Raya Pasar Minggu, kav. 58-60
    Mulia Business Park, Pancoran
    Jakarta Selatan
    Speakers : Widi S. Martodiharjo (Indonesia Contemporary Artist)
    Putut Wijanarko PhD (Ohio Alumni, film producer)

    Map to AIFIS Indonesian Office
  • Menapak Jejak Kerukunan di Indonesia: Model Penyelesaian Konflik di Jazirah Asia,Dalam rangka Peringatan “Hari Kemanusiaan Sedunia” 19 Agustus 2014 - August 28, 2014,

    Latar Belakang

    Skala dan kedalaman konflik dan bencana alam di seluruh dunia meningkat seiring dengan semakin meluasnya tantangan global seperti urbanisasi, pertumbuhan penduduk di beberapa negara, kerusakan lingkungan, konflik, perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya . Pertikaian antar manusia masih menjadi permasalahan besar di berbagai belahan dunia. Konflik yang melanda, baik sesama maupun antar bangsa, seringkali melibatkan unsur agama dan kesukuan sebagai pemicu maupun pemuncak seperti konflik Israel-Palestina, Rohingya di Myanmar, pemindahpaksaan agama di Mosul-Irak, pengusiran etnis akibat sengketa perbatasan di Vietnam.

    Penelaahan lebih dalam mengindikasikan bahwa konflik-konflik yang terjadi dapat mengakar pada persoalan ekonomi, sosial, politik, agama dan kesukuan yang juga menjadi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Sejak dimerdekakannya bangsa ini pada tahun 1945 dari penjajahan, kesukuan dan agama menjadi penantang pertama bagi soliditas bangsa kita. Berbagai perjuangan bangsa Indonesia lepas dari ujian perpecahan menunjukkan kerja keras para pemuka agama, negarawan, aparat negara, seluruh komponen bangsa, serta dengan elan pemuda untuk mengejawantahkan sila-sila Pancasila dalam karya nyata dalam membangun bangsa dengan keberagaman budaya dan agama. Saat RIS kembali menjadi RI di tahun 1950, kesenjangan ekonomi dan sosial menjadi tantangan yang hampir memecah belah kesatuan bangsa ketika beberapa daerah memutuskan berontak, perpecahan politik di tahun 1965. Konflik yang dibawa ke isu antar umat beragama di Maluku tahun 1999, kerusuhan setelah pemilihan kepala daerah di tahun 2005, konflik di beberapa wilayah di Indonesia seperti Aceh, Poso, Lampung, dan sejumlah konflik lainnya menunjukkan bahwa diversivitas atau keberagaman sebenarnya adalah kekayaan Indonesia, akan tetapi pada saat bersamaan dapat menjadi kerentanan.

    Bangsa Indonesia sedari dulu mengenal adanya budaya kerukunan melalui gotong royong. Budaya dan ajaran agama inilah yang direfleksikan oleh para pekerja kemanusiaan yang terbukti mampu menjaga posisi ekuilibrium di tengah tantangan perbedaan yang beragam, contohnya adalah ketika keluarga Humanitarian Forum Indonesia (forum lintas agama) mengadakan dialog lintas agama ketika terjadi isyu kristenisasi pada saat distribusi bantuan gempa di Padang tahun 2009, atau ketika gempa Merapi tahun 2010 pengungsi Muhammadiyah dikoordinir oleh Yakkum Emergency Unit (lembaga Kristen) untuk mengungsi di gereja Katholik, dan ketika HFI turun dalam penanganan konflik Lampung-Bali Nuraga dan di Myanmar. Bukti nyata seperti ini perlu disuarakan secara terus menerus, sehingga menjadi tapak yang dapat dilihat dan dipelajari sebagai model budaya kerukunan oleh bangsa-bangsa baik di jazirah Asia maupun belahan bumi lainnya.

    Dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day yang diperingati setiap tanggal 19 Agustus, Kwartir Nasional Praja Muda Karana (Kwarnas Pramuka), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), United Nations Office for Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA), American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), dan Asia Pacific Regional Messenger of Peace (APR MOP) bersama-sama menggelar sebuah Dialog Publik yang bertema “Menapak Jejak Kerukunan di Asia: Model Penyelesaian Konflik di Jazirah Asia”, dengan menghadirkan pembicara yang berasal dari para pemuka agama, organisasi kemanusiaan dan media. Harapannya adalah dialog ini membuka cakrawala baru bahwa agama atau iman dan budaya kerukunan bukanlah menjadi penghalang atau sesuatu yang normatif, tetapi menjadi salah satu model penanganan konflik yang efektif.

    Tujuan

    1. Menggali tradisi budaya kerukunan dan pemikiran inklusif dari para pemuka agama dan negarawan Indonesia
    2. Menelaah pergaulan dunia untuk perdamaian antar bangsa
    3. Menawarkan model penanganan konflik di Indonesia pada pergaulan bangsa di Asia dan benua lainnya

    Bentuk Kegiatan

    Kegiatan ini berupa sebuah dialog yang dibagi dalam dua sesi yaitu:

    -       Sesi pertama adalah sesi dengan pembicara dari para pemuka agama dan menggunakan Bahasa Indonesia

    -       Sesi kedua adalah sesi dengan pembicara dari organisasi kemanusiana dan media, dan menggunakan Bahasa Inggris

    Kegiatan ini dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Panitia hanya menyediakan snack dan makan siang.

    1. Sistematika Dialog
    2. Sesi Bahasa :

    Menghadang Potensi Konflik Bangsa; Welas Asih / Cinta Kasih sebagai  Pendekatan Perdamaian dalam Kebhinekaan Indonesia

    Keynote Speaker:

    DR. Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Pramuka: “Pesan Perdamaian (Messanger of Peace) dari Gerakan Pramuka “

    Narasumber:

    1.Parisadha Hindu Dharma Indonesia : Bpk. Ida Pedande Tianyar Sebali: dharma untuk kemanusiaan

    2.WALUBIBpk. Wira  : tali kasih lintas kepercayaan

    3.Majelis Ulama Indonesia : Prof. DR. Din Syamsudin:  Agama payung peradaban manusia

    4.Konferensi Wali Gereja Indonesia / Budayawan : Romo Mudji Sutrisno : Damai dalam keberagaman

    5.Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI): Pdt. Albert Patty: kasih dalam hubungan dengan sesama manusia

    Moderator: Victor Rembeth (HFI)

     

    English Session:

    Design Peacefull Relationship among Asian Countries trough Humanitarian Mission

    Keynote Speaker:

    DR. Anies Baswedan : Generating Peace Tradition with Inclusive & Humane Education

    Resource persons:

    1.Asian Moslem Action Network:

    Brother Sobur:Understanding of Asian humanitarian network

    2.APR MOP (Asia Pacific Regional Messenger of Peace) Coordinator 

    Mr. S. Prassanna Srivastava : Messenger of peace in Asia Pacific

    3.The Jakarta Post:  

    Bpk. Endi Bayuni : Equal journalism in conflict nation

    4.Humanitarian Forum Indonesia / Muhammadiyah Disaster Management Centre

    Mrs. Rahmawati Husein : Psych rehabilitation trough caring our stray companion

    Moderator: Arie Rukmantara (Kwartir Nasional Pramuka)

     

    Tanggal, Waktu dan Tempat

    Hari dan Tanggal      : Kamis, 28 Agustus 2014

    Tempat                       , Kementerian Pendidikan dan

    Kebudayaan Ruang Graha Utama lt. 3 Gedung Ki Hajar Dewantara

    Jl. Jend. Sudirman,   Senayan,  Jakarta Selatan

    Jam                              : 08.30 – 16:00

    Peserta

    Kegiatan ini diharapkan dihadiri oleh 150 orang yang berasal dari semua kalangan (publik)

    Kontak Informasi dan Konfirmasi Pendaftaran

    -       Rangga Wisnu (Andalan Nasional Kwarnas Pramuka) Email: ranggajabar@gmail.com / HP: 08561699318

    -       Dear Sinandang (Humanitarian Forum Indonesia) Email: dear@humanitarianforumindonesia.org / HP: 08174926247

    Untuk konfirmasi pendaftaran, dapat menghubungi salah satu dari kontak informasi diatas paling lambat 27 Agustus 2014.

     

    Map to Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ruang Graha Utama lt.
  • Karya Inovatif Seniman Tari Bali dalam Tari Legong : “Suatu Cara dalam Mencari Keseimbangan antara Aturan Klasik dan Inovasi Baru”, Anna Reynolds,University of Hawai’i at Manoa - August 29, 2014,

    Abstrak: Tari legong di Bali adalah tari klasik Bali yang sangat terkenal di dunia. Sejak tahun 1980-an, seniman tari sudah mulai menggarap jenis tarian baru, atau kreasi baru, dalam golongan tarian legong tersebut. Di dalam tarian legong klasik terdapat beberapa unsur-unsur yang mendefinisikan sebuah tarian dapat digolongkansebagai tari legong. Unsur-unsur ini menjadi sebuah bingkai untuk seniman tari dalam menggarap suatu tari legong yang masih

    bertahan dengan aturan tari klasik, sambil mengisi unsur-unsur baru yang inovatif dan unik.
    Dalam presentasi ini, Anna akan menjelaskan aturan-aturan legong klasik yang dipertahankan oleh seniman tari di Bali, dan menjelaskan bagaimana cara seniman tari Bali untuk mempertahankan aturan klasik sambil mengerjakan sebuah karya dengan inovasi yang baru?.
    Anna akan memberi beberapa contoh tari legong yang digarap pada tahun-tahun terakhir (2012-2014) dan untuk mendiskusikan cara mengerjakan sebuah tarian oleh beberapa penata tari yang berbeda. Presentasi ini adalah hasil dari penelitian Anna Reynolds yang dilaksanakan di Bali dari bulan September 2013 sampai sekarang.
    Bio: Anna Reynolds adalah PhD Candidate pada program studi Theatre Asia di Universitas Hawai’i—Manoa, Amerika Serikat. Anna sedang laksanakan penelitian di Bali sampai bulan Nopember 2014 untuk disertasi S3 di program studinya. Anna akan segera menjadi lecturer dalam studi “Theatre Asia Tenggara” pada program studi Theatre di Universitas Hawai’i—Manoa mulai pada bulan Januari 2015. Selain itu, Anna sudah menjadi asisten guru untuk membantu mengajar di Gamelan Segara Madu, Gamelan Bali di Universitas Hawai’i yang dibina oleh I Made Widana, seniman Bali, di Hawai’, mereka berdua juga sering melaksanakan program pendidikan yang terbuka untuk mahasiswa-mahasiswi, masyarakat, atau anak-anak di Hawai’i tentang kebudayaan dan kesenian Bali.

    Map to Aula Gedung BKS, Gedung BKS, Lantai 2
  • Workshop Roadmap Penelitian : "Penguatan Tradisi Akademik Melalui Penyusunan Roadmap Penelitian - August 29, 2014,

    Keunggulan perguruan tinggi dapat dilihat dari produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. untuk itu diperlukan roadmap penelitian bagi para insan akademis

    Pembicara :

    Hilam Latief PhD. (Alumni Western Michigan University, Kepala LP3M-UMY)

    Map to Ruang Pertemuan Lantai 2, FISHUM

Five Upcoming Events:

  • Roundtable Discussion Asean Solidarit Economic Council - Social Solidarity Economy - October 22, 2014,

    Mengundang Bapak/ Ibu anggota ASEC-SSE, untuk hadir dalam roundtable discussion ASEC Indonesia yang akan diselenggarakan pada;

    Hari, tanggal : Rabu, 22 Oktober 2014
    Waktu : Pukul 13.30 - selesai
    Tempat : Kantor AIFIS (American Institute for Indonesian Studies),
    Mulia Business Park, Gedung A Lt.2 (Gedung A)
    Jl. MT Haryono Kav. 58 – 60 Pancoran, Jakarta Selatan.
    Agenda :
    (1) “Penyiapan Pelaksanaan Undang-Undang Desa (UU. No. 6/ 2014)” oleh Bito Wikantosa (Kasubdit Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan, Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Ditjen PMD).
    (2) “Kemitraan Sektor Swasta dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam” oleh Suwito (Staf KEMITRAAN).
    (3) Lain-lain.

    Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak/ Ibu kami ucapkan banyak terima kasih. Selanjutnya ditunggu konfirmasi kehadirannya.

    Wassalam,
    ASEC – SSE Indonesia,

    Bambang Ismawan A. Irawati Hermantyo
    Ketua Presidium Sekretaris Jenderal

    Map to AIFIS Indonesian Office
  • Diskusi Panel Budaya “Ekspresi dan Kreatifitas melalui Seni Tari” - October 30, 2014,

    Latar Belakang dan Tujuan

    Seni tari merupakan seni yang memadukan unsur gerakan anggota-anggota tubuh yang teratur dan harmonis dan disesuaikan dengan irama yang mengiringinya. Dengan kata lain, unsur utama dalam seni tari unsur adalah gerakan, iringan musik, dan penjiwaan. Karena ketiga unsur seni tari inilah, maka bagi banyak orang, seni tari hanya dipandang sebagai sebuah seni yang memadukan ketiga unsur tersebut. Karena pandangan yang agak sempit bahwa seni tari hanya mengandung ketiga unsur tersebut, seni tari seringkali dipandang sebelah mata dan hanya dianggap sebagai salah satu pertunjukkan yang digunakan untuk menghibur orang atau mengisi waktu kosong.

    Padahal bila ditelaah lebih mendalam, ada satu unsur lain yang juga diperlukan dalam seni tari, yaitu unsur penciptaan atau kreatifitas. Unsur ini merupakan unsur yang tidak kalah penting karena perpaduan dari ketiga unsur yang telah disebutkan di atas dan unsur penciptaan atau kreatifitas inilah yang memungkinkan berkembangnya seni tari. Dengan perpaduan keempat unsur inilah maka karya-karya baru dalam seni tari itu selalu tercipta dan berkembang.

    Perlu ditambahkan bahwa keempat unsur di atas saja juga masih kurang dalam mendukung seni tari sebagai salah satu sarana pengungkapan rasa dan kreatifitas. Unsur-unsur seperti kerja sama, kerja keras, kedisplinan dan komunikasi antara pencipta dan penari pun menjadi kunci penting yang diperlukan oleh pencipta tari dan penari agar karya tari yang tercipta dan pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya sungguh dapat disuguhkan melalui tarian indah dan harmonis yang ditunjukkan para penari melalui tariannya.

    Diskusi panel ini akan membahas bagaimana seni tari yang bagi sebagian orang merupakan sebuah pertunjukkan semata sebenarnya merupakan karya yang melibatkan begitu banyak unsur dan bagaimana seni tari dapat tercipta dan berkembang, yaitu melalui perpaduan eskpresi, kreatifitas, dan karakter para pencipta tari dan penari yang terlibat di dalamnya.

    Pembicara

    • Anna Reynolds (Ph.D. Candidate, Hawai’i University)
    • Melina Surya Dewi, S.Pd., M.Si. (Institut Kesenian Jakarta)
    • Harini Tunjungsari, Psi., M.Si. (Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya)

    Moderator: Maria Tamarina Prawati, M.A.Ed. (FKIP Unika Atma Jaya)

    Waktu dan Tempat Pelaksanaan

    Hari, Tanggal   :   Kamis, 30 Oktober 2014

    Waktu                :   09:30 s.d. 11:30

    Tempat              :   Aula BKS, Gedung BKS, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Jl. Jenderal Sudirman No. 51, Jakarta

    Map to Aula BKS, Gedung BKS
Bookmark and Share